Profil Padukuhan Candi Wetan
Jejak Mataram Kuno hingga Kawasan Strategis YIA.
Padukuhan Candi Wetan, terletak di Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, menyimpan jejak sejarah yang kaya. Nama "Candi" merujuk pada temuan artefak Yoni peninggalan era Mataram Kuno, menandakan wilayah ini pernah menjadi lokasi tempat suci pada masa lampau.
Kini, wilayah yang dahulu merupakan tanah agraris subur (Adikarta) di bawah naungan Kadipaten Pakualaman ini terus bertransformasi. Berada strategis di dekat Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Candi Wetan berkembang menjadi kawasan penyangga modern yang memadukan warisan sejarah dan kemajuan infrastruktur.
Sejarah Candi Wetan
Asal-Usul Nama & Jejak Arkeologi
Meskipun saat ini tidak terlihat kompleks bangunan candi utuh, penamaan "Candi Wetan" memiliki dasar historis yang kuat. Berdasarkan pendataan Balai Pelestarian Kebudayaan (BKB), di kawasan Dusun Candi (yang membawahi Candi Wetan dan Candi Kulon) ditemukan benda cagar budaya berupa Yoni kuno berbahan batu andesit.
Temuan ini mengonfirmasi bahwa pada era Mataram Kuno, wilayah ini pernah menjadi tempat pemujaan atau lokasi tempat suci (candi). Setelah bangunan candinya runtuh seiring waktu, masyarakat menamai kawasan tersebut dusun "Candi", yang kemudian terbagi menjadi Candi Wetan dan Candi Kulon.
Bagian dari Kadipaten Pakualaman
Secara historis, Candi Wetan berada di bawah naungan Kabupaten Adikarta (tanah palungguh milik Kadipaten Pakualaman) sebelum digabung menjadi Kabupaten Kulon Progo pada tahun 1951. Dahulu, kawasan pesisir ini dikeringkan atas perintah Sri Paduka Paku Alam V untuk dijadikan lahan persawahan agraris yang sangat subur (Adikarta).
Kondisi dan Perkembangan Terkini
Kini, letak Padukuhan Candi Wetan menjadi sangat strategis karena kedekatannya dengan Bandara YIA. Wilayah yang dulunya didominasi agraris tradisional ini perlahan bertransformasi menjadi kawasan penunjang aktivitas bandara, dengan diiringi modernisasi dan pembangunan infrastruktur publik secara berkala.
Visi & Misi Sementara
VISI & MISI SEMENTARA — dapat diperbarui berdasarkan dokumen resmi padukuhan.VISI
"Mewujudkan Candi Wetan yang maju, mandiri, sejahtera, guyub, dan berkelanjutan berlandaskan semangat gotong royong."
MISI
- Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
- Mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
- Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
- Mendorong kegiatan sosial, pendidikan, seni, dan budaya masyarakat.
- Memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
Kondisi Wilayah
Sawah: 23,76 hektar
Total: 33,84 hektar